Mengenal stunting
Apa itu stunting?
Stunting adalah kondisi ketika panjang atau tinggi badan anak berada di bawah −2 SD (garis merah) pada kurva pertumbuhan WHO sesuai jenis kelaminnya. Stunting adalah kekurangan gizi kronik, artinya terjadi dalam waktu lama.
Stunting tidak muncul tiba-tiba. Tanda awalnya adalah kenaikan berat badan yang melambat dari kurva yang seharusnya. Karena itu menimbang dan mengukur anak setiap bulan sangat penting.
Pendek belum tentu stunting
Anak bisa pendek karena faktor keturunan atau kondisi lain, dengan gizi yang baik.
Stunting sudah pasti pendek
Stunting selalu disertai tubuh pendek akibat kurang gizi jangka panjang.
Bagaimana terjadinya
Perjalanan kekurangan gizi pada anak
Kekurangan gizi berjalan bertahap. Semakin awal dikenali, semakin mudah dihentikan sebelum menjadi stunting.
- Gagal tumbuhKenaikan BB melambat
- BB kurangBerat di bawah normal
- Gizi kurang sampai gizi burukTubuh makin kurus
- StuntingTinggi badan tertinggal
- MikrosefaliLingkar kepala kecil
Usia paling rawan: 0-24 bulan. Pada 2023, angka stunting naik dari 13,1% di usia 6-11 bulan menjadi 22,7% di usia 12-23 bulan. Bawa anak ke Posyandu, Bidan, atau Puskesmas untuk pemeriksaan rutin.
Dampak
Dampak stunting tidak berhenti di masa kecil
Gizi sejak dalam kandungan sampai masa kanak-kanak memengaruhi otak, tubuh, daya tahan, dan kesehatan hingga dewasa.
Dampak stunting menurut bagian tubuh
| Bagian tubuh |
Jangka pendek |
Jangka panjang |
| Otak |
Perkembangan otak terganggu |
Kemampuan berpikir dan prestasi sekolah menurun |
| Pertumbuhan dan otot |
Hormon pertumbuhan (IGF-1) menurun |
Pertumbuhan tinggi badan melambat: stunting |
| Daya tahan tubuh |
Mudah sakit |
Kapasitas kerja menurun, lebih sering sakit |
| Metabolisme |
Pembakaran lemak rendah |
Risiko diabetes, obesitas, penyakit jantung, hipertensi, kanker, dan stroke |
Siklus antargenerasi
Tanpa diputus, stunting bisa berulang dari ibu ke anak.
- Anak stunting
- Remaja putri kurang gizi
- Ibu hamil kurang gizi
- Bayi lahir berat badan rendah
Berulang pada generasi berikutnya.
Posisi Indonesia di Asia Tenggara
Sumber: UNICEF/WHO/World Bank, Joint Child Malnutrition Estimates (edisi 2021). Data tingkat negara juga menunjukkan kecenderungan negara dengan stunting tinggi memiliki rata-rata IQ lebih rendah, meski bukan hubungan sebab-akibat langsung.